spot_img

Menjelang Galungan, Disperpa Badung Pastikan Daging Babi Aman Dikonsumsi

Probali.id, Mangupura – Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu, 23 April 2025, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung kembali melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan, khususnya babi. Hal itu untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.

Sebanyak 62 petugas gabungan, yang terdiri atas dokter hewan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, akan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan. Kegiatan ini berlangsung dari 20 hingga 22 April 2025.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan), guna menjamin kesehatan daging yang akan dikonsumsi.

Kepala Disperpa Badung, Wayan Wijana menjelaskan bahwa kegiatan akan mencakup seluruh wilayah Badung. Para petugas akan disebar ke enam kecamatan untuk memeriksa hewan, khususnya babi, yang akan dipotong masyarakat dalam rangka upacara keagamaan.

Baca Juga:  Pasca Pohon Tumbang, Dandi Astra Wijaya Dampingi Wabup Alit Sucipta Tinjau DTW Alas Pala

“Melalui pengawasan ini, kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Galungan dan menjalankan tradisi mepatung, tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Wijana pada Minggu, 18 April 2025.

Ia juga menambahkan bahwa puluhan petugas akan mengunjungi banjar-banjar dan lokasi pemotongan hewan, mengingat biasanya masyarakat memotong babi dalam jumlah besar menjelang hari raya.

Meski harga babi mengalami kenaikan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Wijana menyebutkan bahwa tradisi mepatung—yaitu urunan membeli babi untuk dipotong bersama—masih menjadi pilihan utama warga Badung.

“Meski harga naik, masyarakat tetap bersemangat. Daging hasil mepatung akan dibagi rata di antara warga yang ikut serta dalam pembelian,” jelasnya.

Baca Juga:  Tiga Nelayan Buleleng Ditemukan Selamat Setelah Terombang-ambing di Laut

Sebagai informasi, menjelang Galungan, harga daging babi di pasaran meningkat dari Rp99.667/kg menjadi Rp103.000/kg. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan dan peningkatan biaya produksi. (*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru