Probali.id, MANGUPURA – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memastikan bahwa metode penanganan reklamasi dan pengamanan Pantai Kuta telah melalui kajian teknis dan menggunakan pendekatan terbaik sesuai karakteristik pesisir Bali. Pemasangan breakwater dipilih sebagai solusi pengendalian abrasi.
“Pertama tentu kami melihat metode kerjanya ya. Memastikan bahwa pekerjaan ini memang cocok dengan penanganan yang seharusnya dilakukan di Pantai Kuta. Dari hasil studi yang dilakukan, ini metode terbaik,” ujar Lasarus saat peninjauan lokasi reklamasi Pantai Kuta, Kamis (12/2/2026).
Lasarus mengakui bahwa sebagian pasir memang berpotensi tergerus, namun hal tersebut telah diantisipasi melalui penyediaan stockpile pasir untuk kebutuhan perawatan. “Ini pantai-pantai ikonik di Pulau Bali. Semua orang tahu Legian, Kuta, Seminyak. Maka sekarang ditangani, mudah-mudahan November selesai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lasarus mengungkapkan bahwa masih terdapat lebih dari 100 kilometer garis pantai di Bali yang membutuhkan penanganan serupa dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp4,5 triliun. “Kalau Rp4,5 triliun itu sebetulnya tidak terlalu besar dengan omzet devisa yang dihasilkan pariwisata Bali,” katanya.
Metode breakwater dipilih dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan aspek estetika pantai. “Kalau pakai groin mungkin kita tidak perlu lagi stockpile untuk perawatan. Tapi tidak indah lagi dan tidak ada alur untuk masyarakat menikmati pantai atau surfing,” jelasnya.
DPR RI mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kawasan pesisir Bali sebagai aset strategis nasional. “Yang penting Bali terjaga. Semua orang yang datang ingin kembali lagi ke Bali, memberi devisa kepada bangsa ini dan mensejahterakan masyarakat,” pungkas Lasarus. (*)



