spot_img

Kasanga Festival 2026 Digelar di Denpasar, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Siap Berparade

Probali.id, ​DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar resmi membuka gelaran Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 yang berlangsung pada 6 hingga 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Berbeda dari edisi sebelumnya, festival tahun ini mengadopsi sistem parade peed aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan konser musik untuk berfokus sepenuhnya pada pertunjukan seni budaya.

​Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan bahwa sebanyak 16 ogoh-ogoh nominasi terbaik dari empat kecamatan akan mengikuti pawai. Atraksi peserta kini tidak lagi terpusat di satu titik, melainkan ditampilkan sepanjang rute dari garis start hingga finish. Langkah ini diambil untuk mengurai kerumunan penonton agar tidak menumpuk hanya di kawasan Catur Muka.

Baca Juga:  Lebaran, Kepala Daerah Dilarang ke Luar Negeri

​Rute parade akan dimulai dari depan Jayasabha, mengitari kawasan Catur Muka satu kali, lalu bergerak ke arah selatan menuju Jalan Gajah Mada. Untuk menjaga ketertiban, pihak panitia memasang pembatas (barrier) di sepanjang Jalan Udayana guna memastikan area atraksi steril dari penonton atau pihak luar yang dapat mengganggu barisan peserta.

​Wakil Ketua Panitia Kasangafest, I Gede Yogi Pramana, menambahkan bahwa seluruh ogoh-ogoh mulai memasuki lokasi acara sejak 6 Maret dini hari. Proses penempatan (loading) dilakukan hingga pukul 14.00 WITA, di mana seluruh karya tersebut diparkir rapi mulai dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum memulai pawai pada pukul 17.00 WITA.

​Selain parade utama, festival ini juga dimeriahkan oleh berbagai kompetisi kreatif, mulai dari lomba ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, lomba tapel, hingga pertunjukan barong dan bleganjur. Panitia juga melibatkan pelaku UMKM dari Sekaa Teruna Teruni (STT) untuk menyajikan kuliner tradisional Bali di lokasi acara dengan sistem manajemen sampah yang ketat.

Baca Juga:  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Bali Fashion Parade 2025

​Dalam aspek penilaian, juri menekankan poin kedisiplinan dan kerapian peserta sepanjang rute. Perwakilan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa tim penilai tidak akan segan untuk melakukan pemotongan nilai atau mengeluarkan orang di luar regu yang menyusup ke barisan demi menjaga integritas dan keutuhan penampilan seni.

​Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan juga telah menyiapkan uang pembinaan sebesar Rp30 juta bagi setiap peserta 16 besar. Kabid Tradisi Warisan Budaya, Ni Made Suniastari, merinci bahwa pemenang juara I akan mendapatkan hadiah tambahan sebesar Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta, serta tersedia hadiah bagi kategori juara harapan.

​Selain kategori utama, apresiasi berupa uang tunai jutaan rupiah juga diberikan bagi pemenang lomba ogoh-ogoh mini (kategori mesin dan non-mesin) serta lomba sketsa. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kreativitas pemuda Denpasar, tetapi juga mampu menjaga marwah seni budaya Bali di tengah era modernisasi. (*)

Baca Juga:  Komisi V DPR RI Pastikan Reklamasi Pantai Kuta Gunakan Metode Terbaik

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru