Probali.id, MANGUPURA – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, menyebabkan sebuah pelinggih taksu di Pura Anyar, kawasan Pura Dalem Solo, roboh pada Kamis 5 Maret 2026. Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, namun, kerusakan baru diketahui pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 Wita saat juru pelihara pura melakukan pengecekan rutin.
Bhabinkamtibmas Desa Sedang dari Polsek Abiansemal, Aipda Gusti Putu Eka Artana S.Sos, dalam laporannya menyebutkan bahwa angin kencang menyebabkan pelinggih taksu di Pura Anyar Dalem Solo roboh.
“Saat dilakukan pengecekan pagi hari, pelinggih taksu sudah dalam kondisi roboh. Juru pelihara pur yakni I Ketut Suena langsung menghubungi kelian pura untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya
Selanjutnya I Ketut Suena (50) yang juga merupakan warga Banjar Aseman, Desa Sedang melakukan pengecekan bamgunan yang lain. Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, Namun kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50 juta.
“Kalau kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 Juta,” bebernya.
Untuk langkah kedepan, pihak pengempon pura selanjutnya akan melakukan penanganan dan perbaikan terhadap pelinggih yang roboh tersebut. Tidak hanya itu, angin kencang juga terjadi pada Kamis Siang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, I Ketut Murdika juga menambahkan jika akibat angin kencang sejumlah pohon dilaporkan tumbang. Kendati demikian tidak ada korban pada laporan yang diterima.
“Angin kencang yang terjadi mengakibatkan pohon perindang tumbang di Banjar Sayan delodan, Desa Werdi Bhuwana. Pohon tumbang sempat mengganggu akses lalulintas, karena terbentang ditengah jalan,” ucapnya.
Selain itu, laporan yang diterima ranting pohon beringin juga patah akibat angin kencang di jaba pura sada, Mengwi Kapal. Namun untuk ini ranting yang patah sudah langsung ditangani pihak desa, sementara ranting yang nyangkut ditangani DLHK
“Kalau yang tinggi kita berkoordinasi dengan DLHK karena butuh mobil tangganya,” bebernya sembari mengatakan di Desa Munggu juga ada rumah warga yang atapnya terbang. Namun syulur tidak ada korban. (*)



