Probali.id, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, meninjau kesiapan salah satu lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali, Minggu (3/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari lahan, infrastruktur, hingga kerangka regulasi.
Rosan menegaskan seluruh elemen tersebut harus berjalan selaras agar proyek dapat terealisasi dengan optimal.
“Kami meninjau kesiapan salah satu opsi lokasi pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali. Kami pastikan kesiapan lahan, infrastruktur, hingga kerangka regulasi berjalan selaras,” ujar Rosan dikutip dari Instagram @roslanroeslani, Minggu (3/5/2026).
Peninjauan ini katanya untuk memastikan kesiapan lahan, infrastruktur, hingga kerangka regulasi berjalan selaras.
Rosan menjelaskan, IFC di Bali dirancang sebagai ekosistem terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat bisnis, tetapi juga dilengkapi kawasan berbasis pengetahuan atau knowledge district.
Konsep ini diharapkan mampu mendorong inovasi, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, keberadaan IFC disebut akan menarik arus investasi global dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia.
“Ini akan menjadi pusat keuangan internasional yang mampu menarik investasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia,” kata Rosan. (*)



