Berkah Nyepi
Probali.Id, Tabanan – Menjelang Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026, aktivitas pembuatan ogoh-ogoh di Kabupaten Tabanan mulai menggeliat. Dampaknya, penjualan berbagai bahan dan pernik ogoh-ogoh kian ramai diburu anggota Sekaa Teruna Teruni (STT).
Salah satu bahan yang paling banyak dicari adalah bilah bambu yang digunakan sebagai anyaman rangka ogoh-ogoh. Permintaan tersebut dirasakan langsung oleh Putu Muliati, penjual bilah bambu asal Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Menurut Muliati, setiap menjelang Nyepi, pemesanan bilah bambu selalu mengalami lonjakan signifikan. Hal ini lantaran hampir seluruh STT di Tabanan masih mengandalkan bambu sebagai bahan utama pembuatan ogoh-ogoh.
“Menjelang Nyepi, permintaan bilah bambu meningkat sangat signifikan, bahkan bisa sampai 100 persen. Hampir semua STT menggunakan bambu sebagai bahan dasarnya,” ujar Muliati, Senin 26 Januari 2026
Bilah bambu yang dijual berupa lembaran tipis dengan harga Rp500 per lembar. Umumnya, bilah bambu dijual dalam satuan ikat besar yang berisi 200 lembar, dengan harga Rp100 ribu per ikat. Dalam sehari, Muliati mengaku mampu menjual sekitar 5 hingga 6 ikat besar.
Untuk bahan baku, ia mendapatkan bambu jenis bambu tali dari sejumlah desa di Kabupaten Tabanan, serta dari wilayah Badung dan Kota Denpasar.
“Biasanya saya membeli sekitar 25 batang bambu sekali beli dengan harga Rp10 ribu per batang. Proses mengolahnya menjadi bilah tipis memakan waktu sekitar satu minggu,” jelasnya.
Tak hanya bilah bambu, pernak-pernik ogoh-ogoh lainnya juga mengalami peningkatan penjualan, seperti plester kertas dan clay das. Bahan ini kerap digunakan untuk membuat tapel ogoh-ogoh atau membentuk detail-detail tertentu pada figur ogoh-ogoh.
Hal tersebut diungkapkan I Gusti Ngurah Putu Juli Arta. Ia menyebutkan bahwa menjelang Nyepi tahun ini, permintaan plester kertas dan clay das meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini permintaan plester kertas cukup tinggi, karena banyak ogoh-ogoh yang dibuat tanpa menggunakan styrofoam. Plester kertas menjadi alternatif utama untuk merekatkan dan membentuk detail ogoh-ogoh,” ujarnya. (*)



