Probali.id- Denpasar – Bunda Putri begitu nama itu disebut, seketika orang di Bali akan teringat istri Gubernur Bali, Wayan Koster.
Sebagai mendampingi Gubernur Bali nama Bunda Putri ayang dengan nama terang Ni Putu Putri Suastini begitu dikenal, tidak hanya oleh kalangan elit juga di kalangan bawah.
Terlebih kini, namanya menjadi sorotan setelah menampilkan diri dalam berbagia kegiatan yang kemudian diadakan dalam media sosial pribadinya.
Yux mari mengenal Bunda Putri lebih jauh dengan menapaki jejak sebelum menjadi istri pejabat yang kini mendampingi Koster dalam periode kedua sebagai Gubernur bali hingga 2030.
Jejak Bunda Putri adalah seniman sejati yang telah mengukir jejak panjang dalam dunia teater, sastra, dan tari selama lebih dari empat dekade.
Lahir Desa Padangsambian, Denpasar, pada 27 Januari 1966 telah menggemari seni sejak masih duduk di bangku SMP.
Baka seni peran itu terus dikembangkan dengan bergabung dengan Teater Kukuruyuk dan mulai menekuni dunia drama teater secara serius.
Saat SMA, ia bersama sahabatnya mendirikan Teater Angin, wadah kreativitas anak muda Bali.
penampilannya di berbagai panggung membuatnya dikenal sebagai aktris berbakat dengan kemampuan totalitas dalam menghidupkan karakter.
Bagi pecinta drama klasik era 80-an, nama Ni Putu Putri Suastini Koster tak asing. Ia mencuri perhatian lewat drama Mahabharata di TVRI Bali, menampilkan akting memukau.
“Kalau ketemu orang mereka bilang Oh yang main drama itu ya? Yang ada lesung pipinya itu. Begitu kata mereka,” ujar ujar Puri Koster dilansir probalinews.com dari Channel Youtube.
Tidak hanyas di panggung teater, Putri Koster juga menjcatatkan nama lewat puisi dengan menyebat berbagai perngharagaan bahkan di tingkat nasional.
Karena kecintaannya, puisi-puisi itu aktif membacakannya di berbagai acara seni dan budaya.
Selain piawai dalam seni peran dan sastra, Putri Suastini juga memiliki bakat dalam seni tari.
Ia pernah meraih Juara 1 dalam lomba Tari Tenun se-Universitas Udayana dan mewakili kampusnya dalam Festival Seni Antar-Wilayah tingkat Kopertis di Banjarmasin.
Ia membawakan tarian klasik Bali seperti Tari Trunajaya dan Tari Oleg Tamulilingan dengan keanggunan dan kekuatan ekspresi.
Selain berkiprah dalam seni, Putri Suastini juga aktif dalam berbagai organisasi sejak muda.
Ia pernah menjadi pengurus KNPI Provinsi Bali pada tahun 1987 dan aktif di Pemuda Pancasila.
Pada 1999, ia bergabung dengan PDI Perjuangan Kota Denpasar sebagai anggota partai, menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan dunia politik. (*)



