spot_img

Ratusan Telur Penyu Hijau Dievakuasi di Pantai Banyuasri, Diselamatkan dari Ancaman Anjing Liar

PROBALI, BULELENG – Ratusan butir telur penyu hijau berhasil dievakuasi oleh kelompok nelayan bersama relawan konservasi di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Evakuasi dilakukan untuk melindungi telur-telur tersebut dari ancaman predator, terutama anjing liar yang kerap berkeliaran di sepanjang pesisir pantai.

Proses penyelamatan dilakukan pada Kamis (4/6) malam saat dua ekor penyu hijau naik ke pantai untuk bertelur di dua lokasi berbeda. Musim bertelur yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang menjadi periode penting bagi upaya konservasi penyu di wilayah pesisir Banyuasri.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung, Teguh, saat dikonfirmasi Minggu (7/6), menjelaskan bahwa kedua sarang penyu tersebut berhasil ditemukan dan diamankan berkat kesigapan nelayan serta relawan konservasi.

Baca Juga:  Angkat cerita Sirnaning Dirada Sungsang, Arja Klasik dari Sanggar Citta Usadhi Tampil di PKB 2025

“Dua ekor penyu naik ke pantai. Di titik pertama telur berhasil diamankan setelah sebelumnya diincar anjing liar. Sementara di titik kedua, salah seorang nelayan menunggui penyu saat bertelur sehingga sarang tersebut terhindar dari gangguan anjing,” ujarnya.

Dari sarang pertama, petugas berhasil menyelamatkan sebanyak 73 butir telur. Sementara di sarang kedua ditemukan 109 butir telur. Dengan demikian, total 182 butir telur penyu hijau berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke lokasi penampungan sementara yang telah disiapkan oleh relawan.

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, mengatakan pemindahan telur dilakukan sebagai langkah penyelamatan karena lokasi sarang berada di kawasan yang rentan terhadap gangguan predator.

Baca Juga:  Bupati Badung Serahkan Bantuan Sosial Natal Rp 2 Juta/KK

Menurutnya, meskipun fasilitas penampungan yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi ideal, kondisi lingkungan di dalam bak penampungan dibuat semirip mungkin dengan habitat alami penyu agar proses inkubasi tetap berjalan optimal.

“Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang,” kata Sadwika.

Keberhasilan penyu hijau kembali bertelur di Pantai Camplung menjadi sinyal positif bahwa kawasan pesisir Banyuasri masih layak menjadi habitat bagi satwa laut yang dilindungi tersebut. Para nelayan dan relawan berharap dukungan dari pemerintah maupun masyarakat terus mengalir guna memperkuat upaya konservasi penyu di wilayah Buleleng.

Baca Juga:  Pedagang Es Kelapa Ketiduran Saat Memasak Gula, Rumah dan Motor Ludes Terbakar

Selain menjaga keberlangsungan populasi penyu hijau, kegiatan penyelamatan telur ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat pesisir terhadap pelestarian ekosistem laut yang berkelanjutan. (*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru