PROBALI, JEMBRANA– Proyek pembangunan di kawasan pusat Kota Jembrana mulai menuai sorotan karena berdampak pada aktivitas masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jembrana mengakui pekerjaan konstruksi yang berlangsung di kawasan padat aktivitas itu menimbulkan ketidaknyamanan, mulai dari gangguan lalu lintas hingga sisa material proyek yang masih terlihat di sejumlah titik.
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Made Wiartha, tidak menampik dampak tersebut. Ia mengatakan pemerintah berupaya meminimalkan gangguan dengan mengoptimalkan rekayasa lalu lintas serta melakukan pembersihan material proyek setiap hari setelah jam kerja selesai.
“Memang sementara ini akan mengganggu kenyamanan aktivitas warga sehari-hari. Untuk itu, kami memohon maaf dan berharap masyarakat berkenan sedikit bersabar selama proses konstruksi, karena semua ini dilakukan demi menata wajah Kota Jembrana agar lebih indah, tertata, dan nyaman untuk digunakan bersama ke depan,” ujar Wiartha.
Meski demikian, pengakuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proyek yang dikerjakan di jantung kota belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak terhadap masyarakat. Aktivitas usaha, mobilitas warga, hingga pengguna jalan berpotensi terdampak selama proses pembangunan berlangsung.
Pemerintah daerah kini dituntut memastikan pengaturan lalu lintas berjalan efektif dan pembersihan material proyek dilakukan secara konsisten agar gangguan tidak semakin meluas. Transparansi mengenai jadwal penyelesaian proyek juga dinilai penting sehingga masyarakat memiliki kepastian mengenai berakhirnya dampak pembangunan tersebut.
Warga berharap revitalisasi yang dijanjikan benar-benar menghasilkan wajah kota yang lebih baik dan tidak meninggalkan persoalan baru setelah proyek rampung. (*)



