Probali.id, MANGUPURA – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menegaskan kembali pakem pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Tawur Kesanga dilaksanakan pada Tilem Sasih Kesanga, sementara Hari Raya Nyepi jatuh keesokan harinya.
FGD yang digelar di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menghadirkan akademisi, pakar wariga, dan pandita untuk memastikan ketepatan penentuan waktu Tawur dan Nyepi. Keputusan ini diambil berdasarkan rujukan sastra, kosmologi, tradisi, dan arsip sejarah Bali.
Ketua Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan bahwa urusan ritual keagamaan merupakan kewenangan PHDI. Keputusan ini diharapkan dapat mengakhiri polemik di masyarakat. (*)



