Probali.id, TABANAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Senin 6 April 2026 pagi. Seorang perempuan tewas mengenaskan usai sepeda motor yang ditumpanginya gagal menyalip truk.
Korban diketahui bernama Nurhayati (33), warga Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Saat kejadian, ia dibonceng suaminya, Harianto (37), yang mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 4720 GBG.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.40 WITA. Pasangan suami istri tersebut melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar dan berada di belakang truk Mitsubishi Fuso DK 8994 FI yang dikemudikan I Nyoman Sukanya (43), warga Desa Mambang, Selemadeg Timur.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor berusaha mendahului truk di jalan lurus. Namun dari arah berlawanan muncul kendaraan lain, sehingga pengendara motor berupaya menghindar ke kiri.
“Upaya menghindar itu justru membuat sepeda motor menyenggol badan truk yang sedang didahului,” jelasnya.
Benturan tersebut menyebabkan pengendara dan penumpang terjatuh di sisi selatan badan jalan. Nurhayati mengalami luka robek disertai pendarahan hebat. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Selemadeg Timur I, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara sang suami selamat dengan luka ringan.
Diketahui, korban bersama suaminya tengah dalam perjalanan menuju Karangasem untuk menghadiri undangan pernikahan.
Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 ribu.
Petugas Polsek Selemadeg Timur yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat.
Pihak kepolisian mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri saat mendahului kendaraan, terutama di jalur nasional dengan kondisi lalu lintas padat dan marka jalan yang tidak memungkinkan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Perhatikan situasi sebelum mendahului agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas AKP Berata. (*)



