Probali.id JAKARTA – Pemerintah memangkas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, optimalisasi program MBG difokuskan pada penyediaan makanan segar selama lima hari kerja.
“Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian untuk wilayah tertentu. Di antaranya daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), kawasan dengan angka stunting tinggi, serta layanan berbasis asrama.
“Pengecualian tetap diperhatikan, seperti untuk daerah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” tambahnya.
Airlangga menyebut, kebijakan ini berpotensi menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp 20 triliun.
Selain penyesuaian program MBG, pemerintah juga menerapkan kebijakan efisiensi lain, termasuk work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.
Kebijakan WFH ini mulai berlaku 1 April dan bertujuan mendorong efisiensi energi sekaligus mempercepat transformasi layanan berbasis digital.
Pemerintah pun mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif serta mendukung langkah efisiensi yang tengah dijalankan. (*)



