Probali.id – Sebuah makam bersejarah yang merupakan Raja Jembrana Bali ada di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.
Pada makan Raja Bali yang berada di Desa Kejawer, kelurahan Banyumas itu juga terdapat sebuah pelangkiran.
Lalu bagaimana sejarah hingga ada makam raja Jembrana Bali, yakni Raja Jembrana VI, I Gusti Ngurah Made Pasekan di Pulau Jawa.
Dilansir dari laman facebook seorang penulis sejarah, Nassirum Purwokartun, sejarah itu dituliskan. Dalam uraiannya menyebutkan Raja Jembrana Ngurah Pasekan sangat dicintai rakyat. Jembrana jadi daerah yang maju.
namun dengan kekuasaannya yang besar, membuat Belanda tidak suka. Karena apa yang diperintahkan Belanda tidak dijalankan.
Salah satunya adalah perintah menaikkan pajak. Juga penerapan hukum Belanda. Raja Jembrana menolak. Tetap memakai hukum Bali.
Juga penyewaan tanah kerajaan di Candikusuma pada perusahaan Eropa. Raja tidak meminta pertimbangan Belanda.
Ditambah dengan banyaknya penyelundupan sapi dari Jembrana ke Banyuwangi melalui pesisir pantai. Belanda menganggap sebagai gangguan keamanan.
Berbagai jalan telah ditempuh Belanda untuk menyingkirkan sang raja. Namun selalu gagal.
Akhirnya dipake cara tipu muslihat.
Raja Jembrana diundang dalam perjanjian dengan Raja Banyuwangi. Seluruh keluarga datang ke Banyuwangi.
Penyambutan meriah. Digelar upacara besar di pendopo Kabupaten Banyuwangi. Keluarga raja dijamu sangat ramah dan mewah.
Mereka tidak sadar sedang masuk jebakan Belanda.
Dikatajan, setelah jamuan akan digelar perjanjian di atas kapal. Raja Jembrana dan keluarganya naik kapal.
Ternyata, mereka tidak diajak berunding. Melainkan ditangkap. Kapal membawanya ke Batavia.
Dari Batavia mereka dibuang ke Banyumas. (*)



