spot_img

Pasek Suardika ‘Tinggalkan’ Giri Prasta: Siap Dukung Lawan Hingga Kampanyekan Kotak Kosong


Probali.id – Kekecewaan terhadap keputusan Nyoman Giri Prasta menerima dicalonkan sebagai bakal calon Wakil Gubernur Bali mendampingi koster kian meluas.

Tidak hanya netizen, bahkan tokoh sekelas Gede Pasek Suardika pun menyatakan akan meninggalkan Giri Prasta lantaran kecewa.

Karena bagi Pasek, Giri Prasta adalah sosok pemimpin yang didambakan masyarakat Bali bukan menjadi ‘Ban Serep’ pemimpin yang banyak dikeluhkan karena Himbauan.

Berikut penjelasan Pasek Suardika yang sebelumnya mendukung kini justru bilang mepamit?

Tidak hanya itu, Pasek bahkan siap mendukung lawan atau bahkan menjadi lawan Giri Prasta, termasuk akan mengkampanyekan kotak kosong jika hanya satu pasang calon di Pilkada Bali.

“Iya Saya mendukung Giri Prasta di posisi Cagub karena ingin perubahan dan perbaikan atas kesalahan urus Bali seperti saat ini,” kata Pasek dikutif, Sabtu 24 Agustus 2024.

Alasan tambahan lainnya, Pasek atau yang juga dikenal dengan GPS itu menyatakan ingin perubahan dan menghormati parpol pemenang.

Baca Juga:  23 Peserta Resmi Jadi WNI, Kakanwil Kemenkum Bali Tegaskan Tanggung Jawab untuk Bangsa

“Survey Beliau tinggi diatas limapuluh persen dibandingkan calon Gubernurnya yang tidak ada setengahnya,” terang GPS.

Jika Giri Prasta posisi Cawagub, maka kesalahan lama yang seharusnya dikoreksi dan diperbaiki malah justru akan dilanjutkan kembali oleh Gubernur lamanya lagi.

“Tentu kisah dimana ancaman defisit anggaran, penutupan konsep sekolah boarding school untuk orang miskin seperti Bali Mandara,

ancaman ketika ada masalah berat rakyatnya diberikan himbauan saja, pembatalan Bandara Bali Utara,

proyek mercusuar yang menjadikan masyarakat Bali sebagai penonton karena mayoritas dikerjakan dan bahan bakunya dari luar Bali serta penggunaan lembaga Desa Adat untuk kepentingan politik makin menguat,
penanganan wisatawan mengambil lahan bisnis warga lokal secara ilegal dan masalah masalah berat lainnya,” jelas Pasek panjang lebar.

Dalam posisi ini, lanjut dia, tentu posisi Wagub Giri tidak akan bisa menghalangi potensi itu terjadi dan berlanjut lagi.

Lalu apa langkah yang dilakukan? Ini beberapa opsinya yang ditawakan Pasek.

Baca Juga:  Puspa Negara Dukung Penuh Sistem Pelaporan All Indonesia di Bandara Ngurah Rai

Pertama, Semoga ada pasangan alternatif yang bisa dan memiliki semangat menjadi antitesa dari yang ada sekarang.

Sehingga masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan sekarang memiliki pilihan yang sehat;

Kedua, Kalau ada kotak kosong maka berjuang untuk pemenangan kotak kosong sehingga di pengulangan Pilkada nanti Giri bisa jadi Cagub.
Pilkada Kota Makasar sudah pernah membuktikan kemenangan kotak kosong dan formasi berubah;

Ketiga, Jika kemudian ada kesulitan membuat pasangan, maka atas nama demokrasi dan memberikan referensi alternatif.

“Saya pun dengan segala keterbatasan siap saja untuk maju walau persiapan kearah itu tidak ada selama ini.

Sebab selama ini tidak berpikir dan tidak berkeinginan untuk maju di Pilkada karena ingin fokus di pusat beraktivitas.

Tetapi pilihan membiarkan kesalahurusan daerah adalah bagian dari dosa sejarah bagi seorang politisi.
Tentunya kalau ada yang mengusung karena tidak punya kendaraan politiknya,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri HUT ke-20 HIMPAUDI, Bupati Adi Arnawa Ajak Guru Ikuti Program Beasiswa Pemkab Badung

Keempat, Namanya maju dengan segala keterbatasan maka pilihan kita adalah menyerahkan pada gerak semesta ikut bekerja.

Jika toh tidak menjadi apa-apa paling tidak kita sudah pernah berjuang untuk memilih pilihan pemimpin yang lebih baik sehingga dosa sejarah tidak ikut menanggungnya.

Tetap dalam koridor demokrasi, pilihan boleh berbeda namun persahabatan, keguyuban dan persaudaraan sesama Semeton Bali tetap harus dirawat.

“Kita harus membiasakan berbeda dalam pilihan tetapi bersama dalam menjaga dan membangun Bali. Tidak usah mengembangkan pemikiran.

Seakan berkompetisi pilkada seperti akan maju ke medan peperangan, karena sejatinya ini proses mencari dan seleksi siapa yang akan memimpin kita semua secara bersama-sama. Sehingga adu ide dan gagasan menjadi sumbu utama perjuangan.

Sejarah hanya dibuat oleh orang orang yang berani tetap berpikir kritis dan tidak fanatik pada orang tetapi pada ide gagasan dan pemikirannya,” terang Pasek. ***

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru