Probali.Id, Tabanan – Setelah dinyatakan hilang ibu dan anak yang terseret air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Rabu 21 Januari 2026 akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dua tempat yang berbeda.
Kepala Kantor SAR Denpasar selaku SAR Mission Coordinator, Nyoman Sidakarya menjelaskan, jenazah sang anak yang bernama Audrey Natania Banafanu,(18 bulan) ditemukan terlebih dahulu pada hari Kamis 22 Januari 2026 di bibir Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, sekitar pukul 07.00 wita.
“Jenazah Audrey pertama kali terlihat oleh pengunjung pantai dalam kondisi terlentang dan terhimpit di antara bebatuan. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju RS Prof. Ngoerah di Sanglah, Denpasar, pihak keluarga sudah memastikan identitas korban,” jelasnya.
Selanjutnya pada pukul 14.00 wita, jenazah sang ibu yang bernama Yuliana Da Costa ditemukan di tepi Sungai Yeh Ge, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Jenazah Yuliana pertama kali ditemukan warga yang sedang mencari pakan ternak, dengan posisi tubuh telungkup. Jenazah Yuliana ditemukan sekitar 6,9 kilometer dari lokasi kejadian dengan arah 180 derajat.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Singasana, Nyitdah, Kabupaten Tabanan, menggunakan ambulans Bali Bhuana Rescue.
Sedangkan untuk jenazah Audrey juga sedang dalam proses pemindahan darii RSUP Prof. Ngoerah ke RSUD Singasana.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur SAR atas dedikasi dan kerja keras selama proses pencarian, kami juga turut berduka cita mendalam kepada keluarga korban,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati menjelaskan ketika ditemukan mengatakan Jenazah Yuliana dalam kondisi kulit banyak mengelupas akibat berada di aliran sungai yang cukup deras dalam waktu yang cukup lama.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi kulit mengelupas, selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Singasana, Nyitdah kecamatan Kediri kabupaten Tabanan,” ungkapnya.
Letkol Trijuang, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem dan musim penghujan, untuk meminimalkan risiko dan korban jiwa.
Sementara itu, terkait kondisi anak korban yang selamat, yakni Nathalia Dequenza Banafanu,6, dari keterangan pihak keluarga, yakni sepupu korban, Marki Tanone, menyebutkan jika kondisi fisik Nathalia sudah membaik.
“Namun secara psikis Nathalia masih terguncang, tadi malam sempat menangis mencari mamanya, Nathalia sekarang tinggal bersma tantenya. Sedangkan untuk Semi Christian Banafanu, saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Tabanan,” ungkapnya.
Untuk proses pemakaman jenazah, Marki menyebutkan jika pihak keluarga berencana untuk mengirim kedua jenazah ke Kupang untuk selanjutnya upacara pemakaman dilakukan di kampung halaman korban.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, mengingat atas kesepakatan dan rencana dari pihak keluarga akan mengirim kedua jenazah ke Kupang dan nanti segala prosesi akan dilakukan di Kupang,” harapnya. (*)



