Probali.id, MANGUPURA – Anggota DPR RI, Nyoman Parta, melakukan pengecekan langsung ke lokasi ratusan mangrove endemik Bali yang mati di kawasan Benoa, Bali. Pengecekan ini dilakukan setelah mendapatkan informasi dari nelayan dan pegiat lingkungan tentang kondisi mangrove yang mengering.
Menurut Nyoman Parta, mangrove yang mati tersebut adalah jenis Bako (Rhizophora apiculata) dan Prapar (Sonneratia alba), yang merupakan jenis endemik Bali dan berusia 12 sampai ratusan tahun. “Kami para pegiat lingkungan sangat prihatin dengan kondisi ini. Mangrove yang mati ini merupakan jenis yang paling susah dikembangbiakan,” ujar Nyoman Parta dikutip dari unggahan instagram pribadinya @nyomanpartash, Minggu (22/2/2026).
Nyoman Parta menuntut pihak Pelindo untuk menjelaskan penyebab kematian mangrove tersebut dan melakukan upaya penyelatan. “Kenapa Pelindo tidak memberikan penjelasan dan tidak melakukan upaya apapun? Ini adalah pembiaran, dan pembiaran adalah pidana,” tegasnya.
Nyoman Parta juga mempertanyakan apakah kematian mangrove tersebut disebabkan oleh adanya pipa Pertamina yang bocor. “Apa benar mangrove mati karena ada pipa Pertamina yang bocor? Kami menuntut klarifikasi dari pihak terkait,” ujarnya.
Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan dan mengambil langkah-langkah penyelatan yang diperlukan. (*)



