Mangupura, Probali.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung melaporkan bahwa proyek pembangunan seawall dan bangunan pengaman pantai lainnya di Pura Luhur Uluwatu telah mencapai progres 83,986 persen.
Proyek ini, yang ditargetkan selesai pada Februari 2025, mencakup empat item pengerjaan, yaitu jalan akses menuju pantai, revetment, penanganan tebing di bawah Pura Luhur Uluwatu, dan renovasi Pura Beji.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Badung, AA Rama Putra, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek saat ini terkonsentrasi pada pemasangan tetrapod di tanjung tebing.
“Kami akan memasang tetrapod terlebih dahulu karena kondisi tanjung bersentuhan langsung dengan laut lepas,” ujarnya.
Pihaknya juga mengaku bahwa hantaman arus gelombang laut lepas menyulitkan pemasangan revetment, sehingga diperlukan upaya meredam hantaman arus dari arah selatan.
Pihak pelaksana proyek melaporkan bahwa pemasangan revetment telah mencapai 608 meter dari total 1 km, sehingga hanya tersisa 392 meter lagi.
Untuk mempercepat pengerjaan, mereka akan memasang tetrapod terlebih dahulu untuk meredam hantaman gelombang laut dari selatan. Pemasangan tetrapod akan dilakukan 10 meter dari tebing dengan penguatan fondasi tebing.
Saat ini, 138 tetrapod sudah dibawa ke lokasi dan akan dipasang setelah setting alat selesai dilakukan. Total 2.800 tetrapod akan dipasang, dengan fokus pada area arus terkuat di tanjung.
Untuk pengamanan tebing, metode shotcrete dan wiremesh akan digunakan. Batu boulders juga akan dipasang untuk memperkuat bebatuan tebing yang rapuh.
Pengamanan tebing telah mencapai 500 meter dari target 1100 meter. Setelah selesai, tebing akan dilapisi dengan material yang menyerupai kondisi asli, sehingga akan menyatu warnanya seiring waktu.
Sementara untuk Pura Beji dilakukan renovasi kondisi palinggih. Jumat (24/1/2025) ini akan dilakukan penempelan ornamen batu Kutuh sesuai dengan permintaan pengempon. Sedangkan palinggih sudah diorder dan tinggal dipasang saja. (*)



