spot_img

Proyek Water Taxi Bali Senilai Rp1,2 Triliun Dimulai 2026, Bandara–Canggu Ditempuh 30 Menit

Probali.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek water taxi di Bali sebagai solusi mengurai kemacetan di kawasan pariwisata, khususnya Kabupaten Badung. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dengan nilai investasi awal sekitar Rp 1,2 triliun.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, water taxi menjadi moda transportasi terintegrasi yang menghubungkan darat, laut, dan udara.

“Water taxi merupakan solusi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, khususnya di Badung,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali, di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Rute utama yang disiapkan akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Dengan moda ini, waktu tempuh perjalanan diproyeksikan turun signifikan dari 1–2 jam melalui jalur darat menjadi sekitar 30 menit. Dudy menyebutkan, kebutuhan investasi awal proyek mencapai sekitar Rp 1,21 triliun.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Dampingi Mendikdasmen Tinjau Program Revitalisasi di SDN 6 Sumerta

Pengembangan juga memperhitungkan aspek keselamatan pelayaran, termasuk pembangunan pelindung gelombang (breakwater) mengingat kondisi perairan yang dinilai cukup ekstrem.

Saat ini, proyek masih dalam tahap perencanaan teknis. PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun studi Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan.

Pekerjaan konstruksi direncanakan mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027. Pemerintah juga menargetkan percepatan tahapan proyek, termasuk finalisasi desain dan persiapan uji coba operasional.

Kemenhub berharap pengembangan water taxi dapat meningkatkan mobilitas wisatawan sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan pariwisata Bali. (*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru