Probali.Id, Buleleng – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng mengambil mulai angkat bicara mengenai wacana pergeseran Hari Suci Nyepi.
Lembaga keumatan Hindu ini memastikan pelaksanaan Nyepi tetap mengacu pada ketetapan lama dan menolak pergeseran waktu perayaan yang belakangan kembali mencuat.
Ketua PHDI Buleleng, I Gde Made Metera menyatakan menolak usai pertemuan dan diskusi bersama jajaran PHDI kecamatan se-Kabupaten Buleleng di Sekretariat PHDI Buleleng, Kamis 8 Januari 2026
Dalam forum itu, seluruh peserta sepakat menolak perubahan hari pelaksanaan Nyepi.
Metera menjelaskan, penolakan ini bukan keputusan mendadak. PHDI Buleleng sebelumnya telah menyatakan sikap sementara sejak awal Januari. Namun, setelah menyerap pandangan dari tingkat kecamatan, sikap tersebut dipertegas menjadi keputusan bersama.
“Setelah kami berdiskusi secara menyeluruh, sikap PHDI Buleleng satu suara, menolak wacana pergeseran Hari Suci Nyepi saat Tilem Kesanga,” tegas Metera.
Menurutnya, penetapan Hari Raya Nyepi memiliki dasar yang kuat dan tidak bisa diputuskan secara sederhana. Penentuan waktu Nyepi merupakan hasil kajian panjang yang melibatkan sulinggih, ahli wariga, akademisi, hingga kajian astronomi dan disiplin ilmu lainnya.
Seperti diketahui Nyepi yang biasanya dilaksanakan setiap Tahun Baru Saka rencananya bakal diubah ke Tilem Kasanga. Tilem Kasanga merupakan hari suci umat Hindu pada bulan mati kesembilan dalam kalender Bali.
Rencana mengubah waktu perayaan Nyepi muncul dalam Pesamuhan Agung Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat 2025 di Kantor Gubernur Bali, Selasa 30 Desember 2025 lalu.(*)



