Probali.id, TABANAN – Perhelatan Nuanu Cultural Week di kawasan Nuanu Creative City sukses menjadi magnet wisata budaya selama momentum libur Lebaran. Beragam pertunjukan seni hingga aktivitas komunitas disuguhkan, menghadirkan pengalaman yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya.
Digelar di berbagai area, program ini mengangkat kekayaan tradisi Bali yang dipadukan dengan ekspresi budaya Nusantara. Pengunjung dapat menyaksikan langsung pertunjukan Tari Kecak, gamelan, hingga seni religi seperti qasidah dan hadrah yang tampil berdampingan dalam satu ruang.
Suasana acara pun terasa semarak dengan kehadiran berbagai kalangan. Mulai dari keluarga yang menghabiskan libur Lebaran di Bali, komunitas lokal, hingga wisatawan mancanegara, seluruhnya berbaur menikmati sajian budaya yang interaktif.
“Nuanu Cultural Week kami rancang sebagai ruang di mana budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dialami dan dibagikan,” ujar Ida Ayu Astari Prada, Brand and Communications Director Nuanu Creative City.
Menurutnya, momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan ruang yang mampu menghubungkan beragam latar belakang melalui pengalaman budaya yang inklusif.
Tak hanya pertunjukan, kegiatan workshop di Art Village juga menjadi daya tarik. Pengunjung diajak terlibat langsung dalam proses kreatif, sehingga mampu memahami nilai-nilai budaya secara lebih mendalam.
Selain itu, Nuanu Social Fund turut menggelar kompetisi budaya anak muda pada 26 hingga 28 Maret. Sebanyak 47 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas seni di Bali ambil bagian dalam lomba seperti Megenjekan, Mejanggeran, Tari Baris, hingga Tari Condong.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus upaya nyata menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Melalui kolaborasi seniman, komunitas, dan publik, Nuanu Cultural Week tak sekadar menjadi festival, tetapi juga ruang temu lintas budaya yang memperkuat koneksi antara tradisi dan masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian acara, Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendorong pertukaran budaya secara inklusif, agar tradisi tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini maupun mendatang. (*)



