Kepala Wilayah Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut peningkatan jumlah pemudik terlihat dari antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Pemudik tahun ini memang meningkat. Itu terlihat dari antrean panjang di Gilimanuk,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Kemacetan yang mencapai hingga 19 kilometer di kawasan pelabuhan memaksa pihak terminal mengambil langkah penundaan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Kebijakan ini diambil untuk menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah di jalur penyeberangan.
Terminal Mengwi bahkan mengimbau perusahaan otobus untuk tidak memberangkatkan armada pada pagi hari, sambil menunggu kondisi lalu lintas di Gilimanuk berangsur normal.
“Kami hanya mengizinkan keberangkatan mulai pukul 12.00 Wita,” jelasnya.
Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 3.923 penumpang dengan 123 unit bus sempat tertunda keberangkatannya pada 15 Maret 2026. Meski demikian, arus mudik masih terus berlangsung hingga saat ini, termasuk pada momen Ngembak Geni.
Pada Jumat 20 Maret 2026 hingga pukul 12.00 Wita, tercatat sembilan bus berangkat dengan total 219 penumpang. Sementara arus kedatangan masih nihil.
“Untuk sementara baru data sampai siang. Tapi jumlah penumpang sudah mulai menurun, tidak setinggi hari-hari sebelumnya,” tutupnya. (*)



