spot_img

Bukan Karena Cuaca Buruk, Gagal Panen di Badung Sebagian Besar Karena Hama Tikus

Probali.Id, Mangupura – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Badung dalam beberapa hari terakhir dipastikan tidak mengganggu ketahanan pangan daerah. Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung menegaskan produksi padi masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Disperpa Badung, I Wayan Wijana, mengatakan kondisi tersebut didukung oleh siklus tanam petani yang saat ini telah memasuki masa pengolahan lahan. Dengan demikian, curah hujan justru menjadi faktor pendukung bagi petani.

“Kondisi cuaca saat ini tidak berdampak pada produksi. Masa panen sudah selesai, dan sekarang petani sedang olah tanah yang memang membutuhkan air,” ujar Wijana, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, sebagian petani di sejumlah subak sudah mulai menanam padi, sementara lainnya masih menyiapkan lahan. Hingga kini, hujan yang turun belum mengganggu proses tanam padi di wilayah Badung.

Baca Juga:  Kurangi Dampak PHK Karyawan Coca Cola, Disperinaker Badung Jamin Perusahaan Penuhi Hak Naker

Namun, Disperpa Badung mencatat tantangan utama sektor pertanian pada tahun 2025 lalu bukan berasal dari cuaca, melainkan serangan hama tikus. Dari total lebih dari 9 ribu hektare lahan sawah, sekitar 49,57 hektare mengalami gagal panen akibat hama tersebut.

Berdasarkan pendataan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serangan hama tikus tersebar di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Mengwi tercatat seluas 24 hektare sawah terdampak, Kecamatan Abiansemal 12,4 hektare, dan Kecamatan Petang sekitar 13 hektare.

Meski demikian, Wijana menegaskan dampak gagal panen tersebut tidak signifikan terhadap ketersediaan beras di Badung. Produksi gabah kering masih berada pada level aman.

“Penurunan produksi ada, tapi tidak signifikan. Kebutuhan pangan masyarakat Badung masih bisa terpenuhi,” tegasnya.

Baca Juga:  Badung Peduli dan Temu Wirasa dengan PKK Desa Penarungan

Sebagai langkah antisipasi, Disperpa Badung terus mendorong subak melakukan gerakan pengendalian hama secara serentak, menyalurkan bantuan pestisida, serta memberikan perlindungan asuransi pertanian. Selain itu, petani juga diimbau menjaga kebersihan saluran irigasi agar tidak menjadi habitat hama tikus.

“Kami juga akan membantu subak dengan mesin pemotong rumput untuk mendukung pembersihan saluran air,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru