Probali.id, KARANGASEM — Lonjakan pemedek saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 diprediksi memicu kepadatan signifikan di kawasan suci Besakih. Mengantisipasi hal tersebut, Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih menyiapkan skenario cadangan berupa pembukaan kantong parkir tambahan hingga optimalisasi lahan milik warga.
Kepala Badan Pengelola, I Gusti Lanang Muliarta, menegaskan langkah ini merupakan strategi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama rangkaian karya berlangsung.
“Jika parkir utama di Kedungdung dan Manik Mas penuh, lahan alternatif langsung difungsikan. Petugas kami siagakan penuh untuk mengatur pergerakan di lapangan,” ujarnya.
Pengaturan parkir dilakukan secara berlapis. Kendaraan besar seperti bus diarahkan masuk ke Kedungdung, sementara pemedek akan diangkut menggunakan shuttle menuju Manik Mas. Di sisi lain, mobil pribadi dan sepeda motor difokuskan langsung menuju area Manik Mas guna mempercepat distribusi kendaraan.
Tak hanya itu, opsi transportasi tambahan berupa ojek lokal juga disiapkan untuk mengakomodasi mobilitas pemedek yang ingin lebih cepat mencapai area pura.
Meski skema telah disiapkan, pengelola menekankan bahwa kunci utama kelancaran tetap bergantung pada disiplin pengunjung. Praktik parkir liar di sepanjang jalur menuju Besakih dipastikan akan ditindak tegas karena berpotensi memicu kemacetan dan mengganggu jalannya upacara.
“Kami imbau pemedek tidak parkir sembarangan. Ikuti arahan petugas demi kelancaran bersama. Kami ingin seluruh rangkaian karya berjalan tertib, aman, dan lancar,” tegas Muliarta.
Sebagai informasi, Karya IBTK 2026 akan berlangsung selama 21 hari, dengan puncak karya jatuh pada 2 April dan penyineban pada 23 April 2026. Dengan skala upacara yang besar, kesiapan manajemen lalu lintas menjadi krusial untuk menjaga kekhusyukan sekaligus kenyamanan seluruh pemedek yang datang. (*)



