spot_img

OGOH-OGOH “SAPA SIRA”: Mencari Kebenaran Dharma

Probali.id, MANGUPURA – KPU Badung tekankan literasi demokrasi berbasis kesadaran melalui Kriya Loka Yowana. Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” karya ST. YUDHA MUKA menjadi simbol proses demokrasi yang lahir dari musyawarah dan tanggung jawab kolektif.

Ogoh-ogoh ini mengangkat episode Mahabharata saat Sri Krishna menampakkan wujud Vishvarupa kepada Arjuna. Kisah ini mengajarkan nilai penting dalam demokrasi modern, yakni jangan tergesa-gesa menyimpulkan informasi, apalagi yang bersogol dari hoaks dan potongan narasi yang menyesatkan.

Anggota KPU Badung, Agung Rio Swandisara, menyatakan bahwa Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” relevan dengan tantangan demokrasi di era banjir informasi. “Masyarakat demokratis harus kritis, bijak, dan beretika dalam menerima serta menyebarkan informasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Lomba Pementasan Ogoh Ogoh, Yowana Kapal Temui Wabup Alit Sucipta

Komang Yudha, Undagi dan Konseptor Ogoh-ogoh, menjelaskan bahwa judul “SAPA SIRA” adalah ajakan reflektif agar masyarakat tidak mudah menghakimi sebelum memahami kebenaran secara utuh. Visualisasi Vishvarupa melambangkan keterbukaan kesadaran dan keluasan perspektif.

Melalui Kriya Loka Yowana, KPU Badung menegaskan komitmennya membangun demokrasi yang berlandaskan literasi informasi, kesadaran kritis, etika publik, dan tanggung jawab sosial. Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” menjadi pengingat bahwa kebenaran harus dicari, bukan disimpulkan secara tergesa-gesa.

KPU Badung berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari Ogoh-ogoh “SAPA SIRA” dan menjadi lebih bijak dalam menyikapi informasi. Dengan demikian, demokrasi dapat berjalan dengan lebih sehat dan bertanggung jawab. (*)

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru