spot_img

Longsor di Ceking, Gianyar, Tutup Akses Jalan dan Rusak Fasilitas

Probali.id, MANGUPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar tangani longsor di objek wisata Ceking, Tegallalang, Rabu (28/1/2026) sore.

Longsor disebabkan hujan lebat, merusak 4 motor, 1 mobil, dan fasilitas restoran, kerugian sekitar Rp200 juta. Tim reaksi cepat BPBD dan multisektoral kerahkan backhoe loader dan peralatan lain untuk pembersihan. Awas, warga dan wisatawan diminta waspada dan hindari kawasan rawan longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta menuturkan bahwa Longsor dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Tegalalang sejak sore hari. Kejadian pertama kali dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Desa Tegallalang, setelah material tanah dan kayu menutup badan jalan pada jalur Ceking–Kintamani, sehingga akses lalu lintas sempat tertutup total.

Baca Juga:  Narkoba Senilai Rp 290 Juta Digagalkan Beredar di Badung, 8.400 Jiwa Disebut Terselamatkan

Dilanjutkannya dampak kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada 4 unit sepeda motor, 1 unit mobil, serta beberapa fasilitas restoran di sekitar lokasi, dengan taksiran kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta, sementara korban jiwa nihil.

“Menindaklanjuti laporan TRC Desa Tegallalang, kami BPBD Kabupaten Gianyar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat multisektoral yang terdiri dari TRC BPBD Gianyar, TRC Desa Tegallalang, Polsek Tegallalang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Tegallalang, serta mendapat dukungan dari TRC Dinas PUPR Provinsi Bali,”ujarnya.

Lebih lanjut, Dibya Presasta menjelaskan bahwa dalam proses penanganan, tim mengerahkan berbagai sarana dan prasarana antara lain backhoe loader, truk serbaguna, mesin chainsaw, mesin semprot, genset, lampu merkuri, dan peralatan pendukung lainnya. Penanganan dilakukan sejak pukul 18.00 Wita hingga 02.00 Wita, dengan total waktu penanganan sekitar 8 jam.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Jadi Pembicara di BRIN

“Dalam proses pembersihan material longsor, kami  menghadapi sejumlah kendala, diantaranya kondisi tanah yang labil dan rentan pergeseran, sehingga beberapa kali terjadi longsor susulan. Selain itu, tersumbatnya aliran air irigasi subak turut memperlambat proses pembersihan, serta volume material longsor yang cukup besar menyebabkan pengangkutan harus dilakukan secara bertahap,”paparnya. (*)

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Artikel terbaru