Probali.Id, Tabanan – Sebuah rumah warga di Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ambruk setelah diterjang air bah yang meluap dari sungai di belakang rumah, Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Peristiwa tragis ini menyebabkan satu keluarga terseret arus, dua di antaranya dilaporkan hanyut dan belum ditemukan.
Bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan sejak Selasa (20/1/2026) malam. Curah hujan tinggi menyebabkan senderan Perumahan Kuwum Asri II jebol, sehingga air sungai meluap hingga setinggi sekitar 1,5 meter dan langsung menerjang rumah korban.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, air bah pertama kali menghantam garasi rumah hingga tembok jebol. Arus kemudian masuk ke dalam rumah dan merobohkan tembok bagian depan.
Saat kejadian, rumah tersebut dihuni Semi Bana Fanu (35), istrinya Yuliana Da Costa Maskun (35), dua putrinya Natalia Bana Fanu (6) dan Audria Natalia Bana Fanu (1 tahun 6 bulan), serta dua anggota keluarga lainnya. Seluruh penghuni panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Namun nahas, ketika mereka keluar dari kamar, derasnya arus air langsung menyeret seluruh keluarga ke arah sungai kecil di belakang rumah. Semi sempat berhasil menyelamatkan putri sulungnya, namun sang istri dan anak bungsunya terlepas dari genggaman dan tersapu arus.
“Setelah mengamankan anak pertamanya, Semi kembali melompat ke arus untuk mencari istri dan anaknya. Dua iparnya juga ikut berusaha menyelamatkan,” ujar salah satu warga setempat.
Dalam upaya penyelamatan tersebut, Semi tersangkut di rumpun bambu sekitar 300 meter dari lokasi rumah kontrakannya. Ia ditemukan dalam kondisi selamat, namun mengalami patah kaki dan kini menjalani perawatan medis. Informasi terakhir, korban dirujuk dari RSUD Tabanan ke RS Prof. Ngoerah (RS Sanglah), Denpasar.
Kakak kandung korban, Jemianus Da Costa (35), mengatakan air bah terjadi akibat senderan jebol yang menutup saluran air hingga meluap dan menghantam rumah.
“Bang Semi selamat karena terjepit di bambu. Dia merangkak perlahan untuk menyelamatkan diri,” ungkap pria yang akrab disapa Jipangk.
Ia menambahkan, keluarga korban telah tinggal di rumah kontrakan tersebut selama sekitar satu setengah tahun. Sementara itu, dua anggota keluarga lainnya masih mengalami syok berat atas kejadian tersebut.
Hingga Rabu siang, istri korban Yuliana Da Costa Maskun dan anak bungsunya Audria Natalia Bana Fanu masih dinyatakan hilang. Tim gabungan BPBD Tabanan, relawan, serta aparat setempat terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan subak.
Di lokasi kejadian, sebuah sepeda motor dan satu unit mobil yang terparkir ikut terseret arus dan masih dalam kondisi tersangkut.
Keluarga korban berharap kedua korban yang hanyut dapat segera ditemukan. Kabar duka ini juga telah sampai ke keluarga besar di Camplong, Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menunggu perkembangan pencarian. (*)



