Probali.Id, Tabanan – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menangani kerusakan puluhan sekolah dasar (SD). Saat ini tercatat 82 SD di Tabanan mengalami kerusakan dengan tingkat sedang hingga berat, dengan estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi mencapai Rp79,365 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, mengatakan dari jumlah tersebut 16 sekolah masuk kategori rusak berat, sementara 66 sekolah rusak sedang. Kondisi itu membuat penanganan harus dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan dukungan APBN dan APBD.
“Penanganan tidak bisa sekaligus karena menyesuaikan kemampuan anggaran, terutama dari pemerintah pusat. Namun ini tetap kami kawal agar sekolah-sekolah yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujar Darma Utama, Minggu 18 Januari 2026
Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan Tabanan, kerusakan SD tersebar di seluruh kecamatan. Kecamatan Baturiti, Kerambitan, Marga, dan Penebel masing-masing mencatat 11 SD rusak. Disusul Kecamatan Selemadeg Barat 8 sekolah, Pupuan 7 sekolah, Selemadeg dan Selemadeg Timur masing-masing 6 sekolah, Tabanan 6 sekolah, serta Kediri 5 sekolah.
Meski demikian, sepanjang tahun 2025, Pemkab Tabanan telah merealisasikan perbaikan fisik 19 SD dengan total anggaran Rp11,88 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD.
Darma Utama menambahkan, dari total 82 sekolah rusak, 62 sekolah telah masuk nominasi bantuan pusat dan saat ini masih menunggu proses validasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen direncanakan mulai dikerjakan pada awal tahun anggaran 2026.
“Untuk kategori rusak ringan, penanganannya masih bisa dilakukan melalui dana BOS. Kami harap dukungan pusat bisa segera turun agar perbaikan bisa dipercepat,” pungkasnya. (*)



