Probali.id – Sebagai daerah tujuan wisata, Bali tak lepas dari masalah kemacetan lalu lintas.
Ya, Bali kerap macet karena banyaknya kendaraan dan aktivitas masyarakat dan wisatawan yang begitu padat di pulau yang kecil ini.
Nah, untuk mengurai kemacetan lalu lintas tersebut, pemerintah membangun dua underpas atau jalan bawah tanah di Pulau Bali.
Underpas pertama dibangun adalah Underpas Dewa Ruci di kawasan Kuta.
Underpas Dewa Ruci yang dibangun dengan biaya Rp148,3 miliar resmi beroperasi tahun 2013.
Kemudian, underpas kedua adalah Underpas Simpang Tugu Ngurah Rai di kawasan Tuban.
Underpas kedua ini menelan biaya pembangunan sekitar Rp168,3 miliar.
Jalan bawah tanah kedua di Pulau Dewata ini terhubung langsung dengan empat jalan strategis di Pulau Bali.
Yakni, disisi barat langsung menuju Bandara Ngurah Rai dan sisi timurnya Jalan Tol Bali Mandara.
Kemudian untuk sisi Selatan menghubungkan Nusa Dua dan Bali Selatan.
Selanjutnya di sisi utara mengarah ke Kota Denpasar dan sekitarnya.
Sama halnya dengan underpas Dewa Ruci, keberadaan Underpas Simpang Tugu Ngurah Rai juga menjadi daya tarik wisata baru di Pulau Dewata.
Sebab, underpas ini selain berfungsi mengurai kemacetan menuju Bali Selatan dan Bandara Ngurah Rai juga menjadi daya tarik wisata.
Di atas underpas ini dilengkapi dengan landscape taman cantik dan sebuah tugu atau Patung Pahlawan Nasional I Gusti Ngura Rai yang berdiri kokoh ditengah-tengahnya.
Jadi, bagitu wisatawan ke luar dari Bandara Ngurah Rai, maka sebelum melewati Jalan Tol Bali Mandara atau Underpas Dewa Ruci harus melintasi dulu Underpas Simpang Tugu Ngurah Rai.
Underpas Simpang Tugu Ngurah Rai memiliki panjang sekitar 712 meter dengan lebar 16 meter dan tinggi 5,2 meter.
Underpas ini resmi dibuka sejak tahun 2018. ***



